Berwisata Sehat di Pemandian Air Panas

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Aceh kaya akan wisata alam. Pantai dan laut yang indah di pesisir barat dan selatan Aceh, hutan dan pengunungan di bagian tengah, aliran sungai yang deras di bagian tenggara, hingga sumber air panas dan beberapa gugusan kepulaun di bagian lainnya.

Salah satu daerah di Aceh yang punya destinasi wisata lengkap adalah Kabupaten Aceh Besar. Segala sesuatu yang menggambarkan keindahan alam Aceh, dapat dijumpai di sana. Termasuk sumber mata air panas. Oleh masyarakat Aceh Besar, desa dengan sumber air panas itu dinamai Desa Ie Su’um. Berada di Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

Dari pusat Kota Banda Aceh memakan waktu lebih kurang satu jam perjalanan menuju ke sana, menggunakan transpostasi khusus atau pribadi. Untuk lebih memudahkan anda berwisata ke pemandian air panas, disarankan merental mobil. Informasi tersebut mudah didapat melalui aplikasi pencarian google, dengan kata kunci “jasa penyewaan mobil di Banda Aceh”. Akan muncul banyak website yang memberikan informasi terkait jasa penyewaan mobil ini.

Saya cukup rutin mengunjungi pemandian air panas di Aceh Besar itu. Bukan hanya ingin menikmati alamnya saja, namun lebih pada kebutuhan tubuh yang menuntut refleksi usai bekerja sepekan lamanya. Kebiasaan berendam air panas ini mampu mengurangi sakit kepala dan masalah sulit tidur yang biasa saya alami akibat kelelahan.

Saya dengan beberapa teman biasa melakukan perjalanan menuju pemandian air panas setelah salat subuh sekitar pukul 06.00 WIB dari Banda Aceh dan tiba satu jam kemudian. Kalau beruntung dan cuaca bagus, kami biasa mendapati matahari terbit bersebelahan dengan Gunung Selawah yang tak jauh dari Gunong Meuh atau Gunung Mas yang merupakan tempat keluarnya sumber air panas.

Manfaat mandi air panas, selain untuk refleksi, juga mampu menghilangkan racun dalam tubuh. Bagi anda yang malas olah raga, kiranya bisa memilih berendam selama tiga puluh menit di air panas untuk tetap mendapatkan tubuh yang sehat. Hanya dengan membayar tiket masuk lima ribu rupiah per orang, anda sudah mendapatkan manfaat kesehatan tersebut.

Fasilitas yang disediakan pengelola pemandian air panas ini cukup lengkap. Ada bilik sauna tradisional dengan berlapiskan triplek dan terpal. Ada kolam pemandian khusus anak-anak. Kolam untuk orang dewasa yang di pisah antara laki-laki dan perempuan. Tempat ganti pakaian dan kamar mandi. Mushalla serta beberapa pedagang yang berjualan makanan instan, kopi, teh, dan jajanan kecil lainnya. Menariknya, anda akan mudah mendapatkan telur ayam dijajakan di tiap kios pedagang.

Hal yang wajib dilakukan wisatawan yang datang dari luar daerah setelah berendam air panas adalah merebus telur di air panas yang mendidih. Level air panas untuk merebus telur dan berendam berbeda. Lokasinya pun berbeda.

Air yang biasa dipakai untuk berendam, telah terpapa matahari dan tidak mengalir. Tempatnya lebih rendah dan agak jauh dari sumber air panas. Sedangkan air yang dipakai untuk merebus telur tempatnya di atas, dekat dengan Gunung Mas. Tak sampai lima belas menit, bila menemukan air panas dengan level yang sesuai, maka anda dapat menikmati telur rebus hasil rebusan air panas alami.     

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk merasakan sensasi mandi air panas terbaik. Pertama usahakan anda berendam di Ie Su’um pada pukul 07.00 WIB. Sejuknya udara pagi membuat tubuh ingin segera menyentuh air panas. Kemudian, pastikan anda membawa sarapan dan air putih. Sebab para pedagang makanan di sana, hanya menyediakan makanan instan tanpa nasi. Berikutnya, jangan lupa bawa pakaian ganti bila ingin melanjutkan perjalanan menyusuri pantai selepas refleksi pagi di pemandian sumber air panas.

Tunggu apa lagi, yuk rencanakan wisata anda ke Aceh. Dan rasakan nikmatnya manfaat sehat saat berlibur dengan berendam air panas di Ie Su’um, Aceh Besar.

 

Sumber Foto: https://aceh.tribunnews.com/2013/06/30/wisata-ie-suum-aceh-besar

Share artikel ini !!!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Kontributor:

Desi Badrina

Desi Badrina

Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry. Hobi traveling dan membaca. Kini bekerja sebagai jurnalis freelance untuk media lokal di Banda Aceh.

Silahkan mengutip sebagian atau seluruh artikel di atas dengan menyertakan credit pada penulis dan memberikan link sumber artikel di web ini. Copyright © AcehTourism.travel | All Right Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *