BAGI para pencinta wisata kuliner, berkunjung ke Aceh adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Setiap daerah di Serambi Makkah memiliki hidangan unik yang mencerminkan perpaduan budaya Melayu, Arab, India, hingga Eropa.
Dari aroma rempah yang kuat hingga rasa pedas yang menggoda, kuliner Aceh selalu berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang mencicipinya. Tidak hanya di restoran besar, kelezatan makanan Aceh juga mudah ditemukan di warung-warung kaki lima, pasar tradisional, hingga kafe modern yang tetap mempertahankan cita rasa lokal.
Di Banda Aceh, aneka kuliner dapat dicicipi dengan mudah. Beberapa jenis kuliner misalnya mie Aceh bahkan bisa untuk santapan tengah malam.
Sejumlah kuliner di Aceh sudah tidak asing di kalangan traveler. Di antaranya, ada ayam tangkap, kopi hingga kuah beulangong.
Ketika berwisata ke Aceh, traveler tidak salahnya menikmati kelezatan kuliner Serambi Makkah. Berikut tujuh rekomendasi kuliner khas Aceh yang wajib dicoba saat kamu berkunjung ke ujung barat Indonesia ini:
1. Mie Aceh
Hidangan ini bisa dibilang ikon kuliner Aceh. Mie Aceh terbuat dari mie tebal berwarna kuning yang dimasak dengan bumbu rempah kuat seperti kari, bawang, cabai, dan jintan. Biasanya disajikan dengan daging sapi, kambing, atau udang, serta tambahan acar dan emping. Nikmati Mie Aceh goreng, tumis, atau kuah di warung legendaris seperti Mie Razali atau Mie Ayah.
2. Kuah Pliek U
Disebut juga “sayur Aceh”, Kuah Pliek U merupakan simbol kebersamaan masyarakat Aceh. Masakan ini terbuat dari campuran sayuran seperti daun melinjo, kacang panjang, terong, dan buah melinjo muda yang dimasak dengan santan serta bumbu fermentasi kelapa parut (pliek u). Rasanya gurih dan kaya aroma rempah. Biasanya dihidangkan pada acara kenduri atau santapan harian di rumah-rumah Aceh.
3. Ayam Tangkap
Kuliner ini tak kalah populer. Ayam Tangkap adalah potongan ayam goreng yang dibumbui dengan rempah khas, lalu disajikan bersama daun pandan, daun kari, dan cabai hijau goreng. Aroma harum dari daun-daunan tersebut menjadi ciri khas yang menggugah selera. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan renyah di luar tapi lembut di dalam.
4. Sate Matang
Berbeda dari sate pada umumnya, Sate Matang berasal dari Bireuen dan disajikan bersama kuah kacang beraroma rempah. Daging sapi atau kambingnya terlebih dahulu dimasak dengan bumbu sebelum dibakar, sehingga rasanya lebih meresap. Kuah satenya juga lebih pekat dan gurih, menjadikannya favorit para perantau Aceh di mana pun berada.
5. Kopi Aceh
Bagi penikmat kopi, Aceh adalah surga tersendiri. Kopi Gayo yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, dikenal di seluruh dunia karena cita rasanya yang halus, rendah asam, dan beraroma kuat. Nikmati secangkir kopi ini di warung kopi atau kafe sambil merasakan suasana hangat khas Aceh.
6. Sie Reuboh
Makanan khas Aceh Besar ini merupakan olahan daging sapi yang dimasak dengan cuka, cabai, dan rempah hingga meresap sempurna. Sie Reuboh biasanya disimpan dalam waktu lama dan justru semakin lezat setelah beberapa hari. Rasanya pedas, asam, dan gurih — sangat cocok disantap bersama nasi hangat.
7. Kuah Beulangong
Kuah Beulangong menjadi menu wajib di berbagai acara kenduri di Aceh, terutama di daerah Aceh Besar dan Pidie. Hidangan ini berupa kari daging sapi atau kambing yang dimasak dalam belanga besar (kuali besar dari logam) bersama bumbu rempah, santan, dan potongan nangka muda. Proses memasaknya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Rasanya gurih, pedas, dan penuh cita rasa — mencerminkan semangat kebersamaan khas Aceh.
Jadi, saat berkunjung ke Aceh, pastikan kamu tidak hanya membawa pulang foto-foto indah, tetapi juga pengalaman kulineran yang tak terlupakan.
