Masjid Giok Nagan Raya, Permata Religi di Bumi Rameune

Suasana di dalam masjid Giok Nagan Raya
Suasana di dalam masjid Giok Nagan Raya

Bagikan

Masjid Giok Nagan Raya, Permata Religi di Bumi Rameune

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

SAAT berkunjung ke Nagan Raya, Aceh, terdapat destinasi menarik yang patut dikunjungi, yakni Masjid Agung Baitul A’la atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok. Terletak di Kompleks Perkantoran Suka Makmur, masjid ini diresmikan pada 16 September 2022 dan dikenal karena konstruksinya yang unik, yaitu terbuat dari batu giok.

Masjid ini memiliki desain khas Timur Tengah dengan interior dan ukiran ornamen yang memukau. Pengunjung akan merasa nyaman dengan perpaduan warna keramik yang menarik seperti biru tua, biru muda, cokelat, hijau, dan kehitaman.

Masjid yang berukuran 75 x 47,5 meter ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melintas, sering dijadikan tempat singgah untuk melaksanakan salat fardu.

Bangunan masjid terdiri dari dua lantai untuk shalat dan satu lantai basement yang difungsikan sebagai tempat wudhu dan parkir. Banyak wisatawan yang datang untuk berswafoto atau sekadar menikmati keindahan masjid yang dibangun selama 12 tahun ini.

Kehadiran batu giok sebagai bahan utama masjid menambah kesan sejuk dan megah.

Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Giok juga menjadi ikon baru di Nagan Raya. Pada bulan Ramadan, masjid yang mampu menampung hingga 5.600 jamaah ini ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menunggu waktu berbuka puasa.

Setiap harinya, ratusan orang datang untuk mengabadikan momen mereka di masjid ini dan membagikannya di media sosial.

Masjid ini diresmikan oleh Jamin Idham saat menjabat sebagai Bupati Nagan Raya. Ia menyebutkan bahwa pembangunan masjid menghadapi berbagai kendala, namun berhasil diselesaikan dengan baik. Batu giok yang digunakan ditambang dari Pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Beutong, yang terkenal dengan giok berkualitas tinggi.

Pengolahan batu giok dilakukan oleh tenaga ahli dari Tulung Agung, Jawa Timur, di lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari masjid.

Giok yang digunakan meliputi jenis jadeit, nephrit, dan serpentin atau giok hitam, yang juga digunakan untuk pembuatan prasasti.

Jamin berharap agar pembangunan Masjid Giok dilanjutkan hingga sempurna dan dapat berkembang menjadi Kompleks Islamic Center yang komprehensif. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memakmurkan masjid ini setiap waktu.

Dengan segala keunikan dan keindahannya, Masjid Giok menjadi destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi saat berada di Nagan Raya, Aceh. (ASG)

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Bagikan