Pulau Bunta: Tempat Wisata yang Tak Berpenghuni

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Jika menyebut kata “pulau tak berpenghuni” mungkin Pulau Bunta adalah salah satu yang merangkai Indonesia Archipelago di bumi Nusantara. Meskipun menjadi daerah kosong yang tak lagi didiami oleh masyarakat, destinasi wisata Pulau Bunta masih sangat layak dijadikan tempat liburan.

Sekarang, destinasi wisata yang terpaksa ditinggalkan oleh warga setelah dibabat tsunami pada pertengahan 2004 silam ini hanya menyisakan puing-puing bekas pemukiman warga dan kebun kopra yang luas. Tak ketinggalan, terumbu karang yang alami.

BACA JUGA : Cerita Mistis dibalik Keindahan Pulau Bunta di Aceh

Di Pulau Bunta, segala sesuatunya memiliki daya pikat. Tak salah jika banyak backpacker berkunjung untuk mengenal dan melihat lebih detail keindahan terumbu karang dan pantainya. Belum lagi pemandangan Pulau Nasi dan Sabang yang bisa dinikmati viewnya dari gampong (kampung) ini.

Lokasi Pulau Bunta

Pulau Bunta sendiri terletak di Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Pulau ini berjarak sekitar 85 km dari Banda Aceh. Untuk bertolak ke sana, Anda harus menyeberangi perairan selama empat puluh tujuh menit sampai 1 jam. Perjalanannya cukup singkat, bukan?

Namun, lokasi Gampong Pulo Bunta yang tak dihuni masyarakat ini berada di patahan arus samudera Aceh. Karena itu perjalanan bisa lebih panjang apabila kapal boat atau perahu harus melintasi ombak yang sedang bergejolak.

Cara dan Biaya ke Pulau Bunta

Seperti disinggung di atas, pulau yang tak berukuran besar ini hanya bisa dihampiri menggunakan kapal. Terdapat 2 cara yang kami rekomendasikan, pertama menumpang perahu nelayan yang hendak melaut. Kedua, menyewa khusus kapal ke Pulau Bunta dari Banda Aceh.

Tempat penyewaan kapal dapat dicari di Desa Ujong Pancu, Peukan Bada. Biaya yang ditawarkan untuk pulang-pergi sekitar Rp750 sampai Rp800 ribu. Kecuali Anda ingin bermalam di pulau terpencil ini, harga sewanya akan dinaikkan. Untuk menekan pengeluaran, lebih bagus mengajak komunitas atau rombongan. Karena ruang kapalnya bisa dimasuki 20 penumpang.

Keindahan pulau di Peukan Bada ini tak akan menjadikan perut kita kenyang, kan? Makanya biaya logistik perlu dipertimbangkan. Bawa saja bekal makanan seperlunya, sementara untuk kebutuhan air minum sudah ada sumber air tawar di pulau terpencil ini. Satu lagi, pastikan membawa alat camping.

Destinasi Wisata Pulau Bunta

Fakta menariknya adalah, masyarakat Gampong Pulo Bunta yang migrasi ke Banda Aceh tak meninggalkan pulau dengan luas 182 ini begitu saja. Warga sengaja mengubah lahan yang mereka miliki menjadi areal perkebunan kelapa.

Sepeninggal mereka, pulau menawan ini seolah tak bertuan untuk beberapa tahun. Keelokannya pun semakin bertambah sehingga jadi rujukan utama bagi backpacker yang membutuhkan tempat wisata menenangkan. Flora dan faunanya juga tak membahayakan, hewan melata seperti ular atau lainnya diklaim tak ada di pulau ini.

1. Bukit Teletubies di Atas Pulau Bunta

Salah satu objek menarik di destinasi wisata Pulau Bunta ialah bukit yang dinamai Bukit Teletubies. Bukit ini terbentang di sisi barat dan menawarkan punggung perbukitan berumput hijau dengan panorama laut lepas. Wisatawan yang melancong kerap menjadikan tempat tersebut untuk bersantai.

Punggung bukit dan daratan di Gampong Bunta memiliki bentuk khas. Jika dilihat lewat video atau gambar udara, tampilannya seperti hewan dari daerah gurun pasir. Visual itu pula yang dipercaya kuat jadi asal-usul terbentuknya nama pulau ini.

Berdiri di atas bukit hijau yang menyelimuti pulau akan membuat wisatawan leluasa menengok ke berbagai arah. Termasuk, menyaksikan indahnya susuran ombak biru yang memecah batu karang di tepi pantai.

2. Batu Karang dan Pantai dengan Terumbu Karang

Sangking lamanya tak dihuni warga, terumbu karang dan hewan laut berkembang pesat di sini. Kalau sudah puas berfoto di atas bukit, bisa langsung turun ke bibir pantai untuk menyelami laut biru dan bermain-main di kawasan wisata Pulau Bunta.

Memutuskan rekreasi ke Pulau Bunta sepertinya tak cukup bila pergi kemudian langsung pulang ke Aceh Besar. Singgahlah lebih lama, menginap meski hanya semalam di dalam tenda. Kemudian rasakan liliput malam dan milky way menghiasi langit malam.

Pagi harinya, masih ada aktivitas wisata yang tersisa, yaitu menyusuri pulau dan memandang dari mercusuar. Berada di spot ini, Anda akan ditakjubkan dengan lekuk pulau Nasi dan Pulau Weh di seberang laut tanpa harus memakai kamera tele.

 

Share artikel ini !!!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Kontributor:

Silahkan mengutip sebagian atau seluruh artikel di atas dengan menyertakan credit pada penulis dan memberikan link sumber artikel di web ini. Copyright © AcehTourism.travel | All Right Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *