Dulu Diterjang Tsunami, Objek Wisata Ini Jadi Daya Tarik Wisatawan ke Aceh

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Untuk anda yang saat ini masih kebingungan ingin berlibur ke mana, maka tidak ada salahnya mengunjungi beberapa objek wisata di Aceh untuk mencari suasana yang baru selama liburan. Walaupun pernah terkena tsunami pada tahun 2004 yang lalu, namun kini Aceh sudah kembali bangkit. Bahkan di Aceh sendiri setiap tanggal 26 Desember telah dijadikan sebagai hari untuk memperingati tsunami. Ada beberapa objek wisata yang tentunya berkaitan dengan bencana tsunami ini. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Kapal PLTD Apung

Kapal yang dimiliki oleh perusahaan listrik negara ini telah berdiri dengan kokoh di Banda Aceh. Bisa dikatakan bahwa Kapal PLTD Apung merupakan salah satu bukti dahsyatnya bencana tsunami yang terjadi di Aceh. Kapal yang memiliki bobot 2.600 ton ini hingga saat ini masih ada. Saat kejadian tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, kapal ini berada di Pantai Ulee Lheu. Akibat terjangan tsunami, kapal ini terdampar hingga 5 km ke Gampong Punge Blangcut, Banda Aceh. Karena menjadi saksi sejarah dari bencana tsunami, maka saat ini Kapal PLTD Apung telah dijadikan sebagai monumen peringatan tsunami sekaligus sebagai tempat wisata untuk wisatawan.

Berbagai fasilitas ditawarkan di tempat wisata ini, dari mulai ruang dokumentasi, prasasti, hingga jembatan. Sedangkan di bagian puncaknya terdapat teropong dan ketika diarahkan ke utara, terpampang Samudera Hindia, dan ketika diarahkan ke barat anda bisa melihat perbukitan dan kota. Saat anda berada di sini, anda bisa melihat bahwa kondisi dari kapal tersebut masih utuh dan sisa-sisa dari tsunami pun terlihat jelas seperti pasir di dalam ruangan, rumput yang tersangkut di ban, kabel yang putus, dan sebagainya. Masyarakat sekitar pun sangat ramah. Bahkan para pedagang souvenir yang ada di empat tersebut tak jarang juga menceritakan kejadian tsunami yang terjadi pada kala itu.

Pantai Ulee Lheu

Pantai Ulele Banda Aceh merupakan salah satu tempat wisata yang juga menjadi saksi bisu dari terjangan tsunami. Dari pusat kota, pantai yang cantik ini berjarak 3 km yang lokasinya berada di Meuraxa. Saat mengunjungi Aceh, maka anda harus mengunjungi pantai ini. Walaupun pernah porak poranda karena terjadinya tsunami, Pantai Ulee Lheu saat ini tetap ramai seperti biasanya. Tidak hanya menikmati gulungan ombak yang kecil di tepi pantai saja, namun saat berada di sini anda juga bisa memancing. Untuk anda yang tidak memiliki peralatan memancing, anda tidak perlu khawatir karena di sekitar pantai terdapat tempat untuk menyewa peralatan tersebut. Di tempat ini pun tersedia banyak kuliner yang bisa di coba, dari mulai es degan hingga jagung bakar.

Kapal di Atas Rumah

Berada di kampung Lampulo, kapal yang satu ini memiliki berat 65 ton dan memiliki panjang 25 m yang tersangkut di atap rumah masyarakat setempat, yaitu keluarga Missbah dan Abassiah. Terseretnya kapal ini sejauh 3 km ke daratan juga sebagai salah satu bukti kedahsyatan tsunami yang terjadi pada tahun 2004 yang lalu. Dijuluki juga sebagai Kapal Nuh, saat ini kapal yang tersangkut di atas atap rumah tersebut telah menjadi objek wisata di Aceh yang dapat dijangkau dengan cara menyewa becak motor dari terminal Pasar Aceh yang berada di pusat kota, ataupun juga bisa ditempuh dengan menggunakan mobil. Untuk anda yang ingin melihat kapal ini dari atas, maka di sekitar lokasi terdapat tangga yang bisa dinaiki. Saat mengunjungi tempat wisata ini, maka anda sebagai pengunjung tidak akan dikenakan biaya. Namun jika ingin memberikan donasi, maka anda bisa meletakkannya ke dalam kotak amal yang memang tersedia di lokasi tersebut.

Masjid Rahmatullah Lampuuk

Tahukah anda bahwa Pantai Lampuuk telah menjadi salah satu destinasi wisata yang difavoritkan oleh banyak orang. Sebagai pantai pasir putih Aceh Besar, tentunya pantai ini mulai terkenal bahkan mendunia karena terdapat kompetensi selancar internasional. Kawasan ini dulunya hancur dan rusak karena terjangan tsunami. Pantai yang berlokasi di Kecamatan Lhoknga, Aceh besar ini memang tidak boleh anda lewatkan begitu saja saat berlibur ke Aceh.

Selain menjadi salah satu tempat wisata di Aceh Besar yang banyak dikunjungi oleh orang-orang, terdapat juga sebuah masjid yang bernama Masjid Rahmatullah yang telah menjadi saksi bisu dari bencana tsunami Aceh 2004. Bisa dikatakan bahwa masjid ini merupakan satu-satunya bangunan yang selamat dari terjangan tsunami. Padahal jaraknya dari bibir pantai sekitar 500 m saja. Foto-foto dari masjid ini kemudian beredar di dunia, membuat banyak orang yang kemudian datang ke Lampuuk hanya sekedar untuk melihat kondisi dari Masjid Rahmatullah ini. Sebenarnya selain Masjid Rahmatullah, ada juga beberapa masjid lainnya yang juga selamat dari terjangan tsunami, seperti Masjid Al Hidayah di Meulaboh, dan Masjid Baiturrahman yang ada di Ulee Lheu.

Monumen Aceh Thanks to the World

Tahukah anda bahwa monumen ini merupakan simbol rasa terima kasih warga Aceh untuk lembaga-lembaga negara, LSM, para relawan, militer nasional dan internasional, perusahaan, hingga sipil yang sudah berpartisipasi dalam pembangunan Aceh setelah terjadinya bencana tsunami. Tidak hanya sebagai ucapan terima kasih saja, monumen ini pun digunakan sebagai memori dan sebagai pengingat untuk generasi yang akan datang. Lokasi dari monumen ini terletak di Blang Padang, dan seluruh bangunannya berwarna putih yang mirip seperti gelombang yang besar. Selain itu, di sini anda juga bisa melihat catatan seperti plakat yang di dalamnya berisi kehancuran yang diterima oleh Aceh ketika terjadinya tsunami dan terdapat 53 “Plakat Thanks You And Peace” yang ditujukan kepada negara serta masyarakat dunia yang sudah membantu Aceh pasca tsunami.

Taman Edukasi Tsunami

Lokasi dari Taman Edukasi Tsunami ini terletak dekat dengan Kapal PLTD Apung, tepatnya di Desa Punge Bang Cut, Banda Aceh. Memiliki luas 4500 meter kubik, di dalam taman ini anda bisa menemukan kesaksian sejarah, foto-foto tsunami, hingga informasi tentang tsunami. Tidak hanya itu saja, di dalam taman ini juga dilengkapi fasilitas rekreasi seperti teater, taman bermain, fasilitas publik seperti rest area, dan fasilitas lainnya.

Setelah mengetahui beberapa tempat wisata Aceh yang berhubungan dengan bencana tsunami, maka tidak akan lengkap rasanya jika anda tidak mengetahui kuliner khas Aceh. Salah satu makanan khas Aceh yang bisa dicoba adalah mie Aceh. Untuk mencoba mie yang satu ini, tentunya anda bisa memilih ingin memesan mie yang di goreng atau yang direbus. Keduanya sama-sama terlihat lezat, terlebih lagi mie Aceh ini di dalamnya terdapat tambahan udang, cumi, kepiting, daging kambing, atau daging sapi yang bisa dipilih sesuai selera.

Share artikel ini !!!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Kontributor:

Silahkan mengutip sebagian atau seluruh artikel di atas dengan menyertakan credit pada penulis dan memberikan link sumber artikel di web ini. Copyright © AcehTourism.travel | All Right Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *