Waktu masih menunjukkan 10.00 WIB, ketika saya dan seorang teman menyusuri jalan setapak menuju objek wisata Air Terjun Tingkat Tujuh pada satu pekan di akhir Maret 2019. Diberi nama “tingkat tujuh” karena ada tujuh air terjun bertingkat, di satu tempat. Letaknya bersisian. Dan mudah dijangkau dengan anak tangga.

Berada di Desa Batu Itam, Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan. Sekitar sembilan jam perjalanan dengan transportasi darat dari Ibu Kota Provinsi Aceh.

Gemuruh air sudah terdengar, saat kami memasuki gapura bertuliskan Air Terjun Tingkat Tujuh. Selama perjalanan, terlihat tanaman pala setinggi dua meter memenuhi badan jalan. Perkiraan saya, itu pastilah batas akhir kebun warga yang tak jauh dari objek wisata air terjun.
Hanya ada dua sepeda motor metik terparkir tak jauh dari sebuah kantin. Area parkir ini cukup luas untuk menampung tiga sampai empat kendaraan roda empat. Tepat di depan parkiran sepeda motor, ada empat pintu bertuliskan toilet di depannya. Dari ketinggian itulah, pemandangan air terjun tingkat ke tiga terlihat jelas.

Dari parkiran, saya dapat melihat beberapa pesepeda gunung menenteng turun sepedannya. Saat tiba di tingkat dua, salah satu dari mereka merendam sepedanya sebatas pinggang dan kembali menentengnya hingga ke jalan setapak.

“Memang banyak yang bersepeda sampai kemari. Saya belum pernah lihat mereka membawa naik sepeda ke atas sana,” kata Nulhusna pada saya. Ia warga lokal yang rutin berakhir pekan ke air terjun satu ini. Jarak dari rumahnya ke Air Terjun Tingkat Tujuh, hanya berselang beberapa desa.

Konon, Air Terjun Tingkat Tujuh adalah tempat pemandian putri naga. Tercipta tujuh tingkat karena liukan tubuh putri naga yang panjang. Masyarakat lokal mempercayai legenda tersebut berdasarkan beberapa fakta sejarah di berbagai tempat di Tapak Tuan.

Saat kami tiba di sana, puluhan anak sekolah dasar sedang asik mempraktikkan berbagai gaya renang. Ada yang melompat dari ketinggian satu meter, ada pula yang hanya berenang di pinggir kawah air terjun. Mereka di dampingi guru dan kepala sekolahnya. Begitulah cara sekolah melakukan Field trip mewah dan murah di sana.

“Kami inisiatif ke tingkat tujuh, setelah jam olahraga. Tempat ini tak jauh dari sekolah. Berhubung Sabtu dan anak-anak sepakat rekreasi kemari,” jelas seorang guru pendamping.
Air terjun tingkat pertama dan kedua tak terlalu dalam. Di sanalah, anak-anak SD kelas empat, lima, dan enam itu mandi.

Tujuan kami adalah air terjun tingkat empat. Sekitar tiga puluh anak tangga dari tingkat dua. Nah, bagi orang dewasa yang ingin berenang dengan kedalaman tertentu, air terjun tingkat empat sangat direkomendasikan.

Tinggi air terjun tingkat empat hanya sekitar tiga meter dari tempat kami berenang. Di sana, ada sebuah pohon besar. Dahannya yang rimbun menjadikan suasana berenang tanpa terpapa sinar matahari. Alhasil, air yang terus mengalir, semakin sejuk. Bila tak tahan dingin, maka sebentar berenang sudah menggigil.

Kalau pintar-pintar mencari waktu berkunjung, seperti Nulhusna, maka akan mendapatkan suasana pemandian di alam terbuka seolah itu milik pribadi. Pasalnya, berkunjung ke “Tingkat Tujuh” begitu masyarakat lokal menyebut Air Terjun Tingkat Tujuh, sama sekali tak dipungut biaya. Hanya membayar jasa parkir. Roda dua, dua ribu rupiah, dan roda empat, empat ribu rupiah.

Objek wisata ini buka tiap hari. Dari pagi hingga sore. Khusus Jumat, wisatawan hanya boleh berkunjung di atas pukul 14.00 WIB. Siapa yang akan melewatkan tempat wisata semewah ini?
Dua hari menjelang ramadhan, biasanya Air Terjun Tingkat Tujuh akan padat pengunjung. Menariknya, pengunjung kali ini datang dari penduduk setempat. Ada budaya mandi bersih dan rekreasi menyambut ramahdan. Berhubung ramadhan tinggal menghitung hari, tak ada salahnya bagi anda yang berminat menyaksikan kearifan lokal ini, untuk tidak melewatkan fenomena yang akan berlangsung sekali dalam setahun.

Cara Berkunjung ke Air Terjun Tingkat Tujuh
Bila anda memulai perjalanan dari Ibu Kota Provinsi Aceh, maka anda dapat menggunakan transportasi darat seperti mini bus dengan memesan tiket di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh. Khusus perjalanan menuju bagian barat dan selatan Aceh, transportasi hanya ada pada sore dan malam hari.

Berangkat pukul 20.00 WIB dari Banda Aceh, tiba pada pukul 05.00 WIB di Kota Tapak Tuan. Perjalanan malam, membuat penumpang lebih nyaman dan dapat beristirahat. Tarifnya hanya 150 ribu rupiah per orang.

Ada banyak penginapan tak jauh dari tempat wisata Air Terjun Tingkat Tujuh berada. Seperti hotel Dian Rana, Hotel Catherine, Hotel Metro, Azizi Hotel, Hotel Panorama, dan lainnya. Tarif hotel berkisar 150 ribu hingga 300 ribu rupiah per malam.
Ragam Kuliner dan Oleh-oleh

Tentunnya, berwisata tak lengkap bila tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Aceh Selatan, khususnya Tapak Tuan terkenal dengan gulai keladi atau gulai talas. Kuah lemak bersantan dengan potongan ikan asin panggang cocok dimakan bersama nasi panas. Menu makan siang yang pas, setelah lelah berenang di Air Terjun Tingkat Tujuh.

Selain itu, ada juga sambal gunung runtuh dan sayur rebus yang biasa menjadi menu andalan masyarakat setempat saat berekreasi ke Tingkat Tujuh. Untuk mendapatkan sensasi sebagai masyarakat lokal, anda dapat membeli makanan dengan menu satu itu, untuk bekal makan siang sebelum berenang di sana.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *