Launching MEUSYEUHU, dari Oranghutan Squad

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Assalamualaikum Wr wb

Di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, tidak menghalangi kami ORANGHUTAN SQUAD untuk mengeluarkan Mahakarya yang berjudul “MEUSYEUHU”, Di ambil dari Bahasa Aceh yang berarti TERSOHOR atau TERMAHSYUR untuk mengenang jasa para tokoh dan pahlawan yang ada di Aceh, Yang di kemas dengan perpaduan musik Tradisional dan Moderen, sesuai dengan karakter kami yaitu RAP & DJ.

Didalam karya “MEUSYEUHU” ini, ORANGHUTAN SQUAD mengangkat Tokoh dan Pahlawan yang ada di Aceh yakni,

1. Windi (Teuku Cut Ali)
2. Marfa (Shaikh Abdurrauf As-Singkili)
3. Fixlus (Panglimo Rajo Lelo)
4. Busnior (Syekh Burhanuddin Ulakkan)
5. Ozi (Malik Ibrahim)
6. HAR.8 (Aman Dimot)
7. Faiz Affandy (Datuk M Zein)
8. Faris (Teungku Di Ujung)
9. Iammozee (Panglime Linting)
10. EL SUBAGYA (Raja Mude Sedie)
11. Andre Mandor (Raja Pucook Sulooh)
12. Evan Bram (Sulthan Iskandar Muda)

Di dalam “MEUSYEUHU” ini terdapat 12 bahasa yaitu:
1. Bahasa Aceh
2. Bahasa Singkil
3. Bahasa Kluet
4. Bahasa Aneuk Jamee
5. Bahasa Alas
6. Bahasa Gayo
7. Bahasa Simeulue Devayan
8. Bahasa Simeulue Sigulai
9. Bahasa Gayo Lues
10. Bahasa Tamiang Hulu
11. Bahasa Tamiang Hilir
12. Bahasa Indonesia

Share artikel ini !!!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Kontributor:

Silahkan mengutip sebagian atau seluruh artikel di atas dengan menyertakan credit pada penulis dan memberikan link sumber artikel di web ini. Copyright © AcehTourism.travel | All Right Reserved

7 Responses

  1. I am really enjoying the theme/design of your web site. Do you ever run into any web browser compatibility problems? A few of my blog audience have complained about my website not working correctly in Explorer but looks great in Opera. Do you have any ideas to help fix this issue?| Leandra Sergio Igenia

  2. Worin liegt eigentlich genau die Innovation von Uber? MyTaxi verstehe ich. Das ist praktisch. Aber Uber lebt einfach davon, Arbeitsrechts- und Sicherheitsstandards zu unterlaufen. Das Brechen von Gesetzen ist per se aber keine Innovation. Felice Horten Locklin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *