Taman Putroe Phang: Simbol Cinta dan Kasih Sayang

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Travelers, banyak sekali kita mendengar kisah cinta dan kasih pasangan di dunia ini. Ada kisah legendaris tentang Nabi Muhammad dan Khadijah, Romeo dan Juliet, kisah Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah, Mark Anthony dan Cleopatra, Lancelot dan Guinevere, sampai kisah cinta legendaris Indonesia seperti Siti Fatimah dan Tan Bun An, Roro Jongrang dan Bandung Bondowoso, dan tak kalah manisnya Aceh juga memiliki kisah cinta romantis yang terwujud sebagai tempat tujuan travelers berikutnya.

Inilah Taman Putroe Phang, lebih tepatnya disebut dengan Gunongan. Taman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1608 hingga 1636. Sultan Iskandar Muda Membangun Taman Putroe Phang untuk Permaisurinya, Putri Pahang.

“Nama asli taman ini adalah Taman Ghairah sebagaimana disebutkan di dalam kitab Bustanus Salatin yang ditulis oleh  Nuruddin ar-Raniri pada 1636”.

Sejarahnya, ketika Sultan Iskandar Muda menjabat sebagai raja dan membawa Aceh pada kejayaannya, Sultan jatuh cinta pada Putri Kalimah dari kerajaan Pahang yang kemudian mempersunting sang putri sebagai istri. Putri Kalimah adalah putri yang tak hanya cantik parasnya, namun juga terkenal bijaksana, bahkan menjadi penasihat dan pandai dalam memecahkan masalah setelah dipersunting. Setelah beberapa lama berada di Koeta Radja (Sebutan lampau untuk Kota Banda Aceh), Putri Kamaliah tidak merasa betah tinggal di Aceh dan selalu merasakan kerinduan pada kampung halamannya. Sultan ingin membuat Putri Pahang merasa senang dan betah kemudian membuatkan Gunongan dengan bentuk menyerupai miniatur pegunungan yang mengelilingi Istana Kerajaan Pahang.

Gunongan ini dibangun dari material pasir, batu gamping, dan kapur perekat dengan tinggi mencapai 9,5 meter. Pintu masuknya dibangun rendah seperti terowongan, sedangkan untuk jalur menuju ke puncak Gunongan harus dilalui dengan menaiki tangga-tangga rendah juga, travelers. Agar lebih menarik, Sultan juga membangunkan Taman Sari yang penuh dengan beragam bunga aneka warna di sekitar Gunongan, untuk memanjakan sang permaisuri.

Biasanya, Puteri Pahang bermandi ria di sungai Darul Asyiqi (saat ini dikenal dengan Krueng Daroy) yang mengalir jernih di tengah Taman Sari Gunongan. Kemudian bilas dan keramas di Petaranan; batu berukir setinggi setengah meter yang sekarang masih utuh di depan Gunongan. Lalu puteri naik dan bersantai di atas Gunongan, sambil mengeringkan rambutnya, tentu saja Puteri selalu ditemani oleh dayang-dayangnya.

Pada awalnya Gunongan dan Taman Putroe Phang adalah bagian dari satu kompleks kerajaan. Namun di kemudian hari dibangun sebuah jalan yang pada akhirnya memisahkan keduanya. Jalan itu itu dibangun oleh Belanda pada masa kolonial. Taman dan Gunongan yang awalnya dibangun untuk istri Sultan Iskandar Muda ini kemudian sebagian besar digunakan oleh militer.

Lokasi Taman Putroe Phang ini sangat mudah ditemui travelers, karena letaknya berada di dekat Masjid Baiturrahman, dan bersebelahan dengan Kerkhof (kuburan prajurit Belanda yang tewas di Banda Aceh).

Lengkapnya Taman ini berlokasi di Jl. Merapi No.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh dan menempati tanah seluas seluas 1000 depa (kurang lebih 1,5 km persegi). Dapat diakses sekitar 17 Km dari Bandara Sultan Iskandar Muda melalui Jl. Lintas Sumatra/Jl. Medan Banda Aceh/Jl. Soekarno – Hatta.

Taman ini dapat menjadi alternatif untuk menghilangkan penat di akhir pekan untuk mengahabiskan waktu bersama keluarga. Taman Putroe Phang dan Gunongan saat ini sudah ditata rapi  dan cantik oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Wisatawan berkunjung ke taman ini, tidak hanya sekedar bersantai, tetapi juga menjadi wisata sejarah.

Taman ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, dan tidak dikenakan biaya masuk, jadi travelers tidak perlu merogoh kocek menikmati keindahan Taman Putro Phang ini.

Share artikel ini !!!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email

Kontributor:

Silahkan mengutip sebagian atau seluruh artikel di atas dengan menyertakan credit pada penulis dan memberikan link sumber artikel di web ini. Copyright © AcehTourism.travel | All Right Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *