Laut Sabang biasanya tinggal dalam ingatan lewat birunya air, garis pantai putih, dan warna-warni ikan yang ramah. Namun, kenangan tentang Sabang kini bisa dibawa pulang dalam bentuk yang jauh lebih kecil seperti gantungan kunci, gelang, atau aksesori yang dirangkai tangan.
Di balik benda-benda mungil itu, ada upaya pengrajin lokal untuk membuat oleh-oleh bukan sekadar barang kenang-kenangan, melainkan bagian dari cerita tentang Sabang.
Salah satunya hadir melalui produk Casel, singkatan dari Cantik Sekali, sebuah brand kerajinan lokal yang mengangkat pesona laut Sabang sebagai sumber inspirasi.
Kerang, manik-manik, warna, dan bentuk dirangkai menjadi berbagai aksesori bernuansa pesisir. Produk-produk tersebut dibuat secara handmade, dengan desain yang sederhana tetapi tetap menonjolkan kesan estetik.
Bagi pengunjung, bentuknya mungkin hanya sebuah gelang atau gantungan kunci. Namun bagi pengrajinnya, setiap produk diupayakan memiliki identitas yang mengingatkan pemiliknya pada Sabang.
Di tengah banyaknya produk suvenir yang memiliki bentuk serupa dan hanya dibedakan dengan nama daerah, pengrajin lokal mencoba menawarkan sesuatu yang lebih personal.
Bukan sekadar tulisan “Sabang” yang ditempel pada sebuah benda, tetapi karakter daerah yang diterjemahkan ke dalam desain.
Pilihan warna dan bentuk pada produk Casel dibuat dengan mengambil inspirasi dari laut serta suasana pesisir. Konsep itu sekaligus menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan kekayaan alam Sabang melalui produk yang bisa digunakan sehari-hari.
Bagi wisatawan muda, pendekatan semacam ini menjadi semakin relevan. Oleh-oleh tak lagi hanya dicari karena menjadi bukti pernah mengunjungi sebuah tempat, tetapi juga karena desainnya menarik, bisa digunakan, dan memiliki cerita.
Sentuhan tangan pengrajin menjadi bagian lain yang membuat produk tersebut berbeda dari barang produksi massal.
Setiap bahan dipilih dengan memperhatikan tampilan dan kualitas. Proses pengerjaan pun dilakukan secara manual agar detail produk tetap terjaga.
Dengan begitu, nilai yang ditawarkan bukan hanya pada benda yang dihasilkan, tetapi juga pada proses di baliknya.
Menariknya, pengalaman membawa pulang sedikit “rasa Sabang” itu tidak harus mahal. Produk Casel dibanderol mulai Rp15.000. Harganya membuat cenderamata tersebut relatif mudah dijangkau berbagai kalangan, termasuk pelajar dan wisatawan keluarga.
Produk ini juga tersedia di sejumlah kawasan wisata di Sabang sehingga wisatawan dapat menemukannya tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk mencari.
Duta Wisata Kota Sabang, Humaira, menilai kehadiran produk kerajinan dengan identitas lokal seperti Casel dapat memperkuat daya tarik wisata belanja sekaligus ekonomi kreatif.
“Souvenir seperti Casel ini memiliki daya tarik yang kuat karena mampu mengemas keindahan laut Sabang dalam bentuk yang kreatif dan estetik. Ini menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin membawa pulang sesuatu yang berbeda dari Sabang,” ujar Humaira.
Menurutnya, wisatawan kini tidak hanya mencari tempat indah. Mereka juga mencari pengalaman yang bisa dikenang setelah perjalanan berakhir.
“Produk yang memiliki cerita dan identitas seperti ini tentu lebih diminati,” katanya.
Oleh-oleh mungkin hanya benda kecil yang terselip di dalam tas ketika wisatawan meninggalkan Sabang. Namun, benda kecil itu bisa menjadi pengingat tentang tempat yang pernah dikunjungi.
sumber: koalisi.co
