Melancong ke Kota Sabang tak melulu harus diisi dengan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain. Tidak perlu buru-buru. Ada kalanya perjalanan justru menemukan maknanya ketika berhenti sejenak. Terlebih, jika ada kopi yang menemani jeda itu.
Tempat terbaik untuk jeda tersebut ada di Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukamakmue, sebuah kedai kopi berdiri di tepian tebing yang menghadap laut lepas. Namanya Cup of Journey.
Dari tempat ini, Selat Malaka terbentang luas, sementara Pulau Klah tampak di kejauhan seperti sebidang hijau yang mengapung di atas laut.
Sesekali melintas kapal kargo yang bergerak perlahan di cakrawala sambil disalip kapal nelayan. Angin laut datang tanpa banyak suara. Pemandangan itu tidak menawarkan sesuatu yang spektakuler. Justru sebaliknya, ia memberi ruang untuk diam.
Kedai kopi Cup of Journey dibangun oleh Humaira, duta wisata Sabang, dari gagasan sederhana tentang perjalanan. Baginya, perjalanan bukan semata soal seberapa jauh seseorang pergi, melainkan juga tentang kemampuan menikmati jeda.
“Menikmati kopi di Cup of Journey bukan hanya soal rasa, tapi tentang perjalanan, tentang berhenti sejenak tanpa terburu-buru,” kata Humaira.
Gagasan itu terasa menyatu dengan tempat yang dipilihnya. Cup of Journey bukan kedai yang mengharuskan pengunjung datang dengan agenda tertentu. Orang bisa duduk, berbincang, membaca, atau sekadar menatap laut.
Letaknya dari pusat Kota Sabang hanya sekitar 4,6 kilometer atau kira-kira 10 menit perjalanan. Bangunannya berada di tepi jalan sehingga mudah dicapai dengan sepeda motor maupun mobil.
Namun, jarak yang pendek itu justru membawa perubahan suasana yang cukup terasa. Dari hiruk-pikuk kota, perjalanan berakhir di sebuah ruang terbuka yang langsung berhadapan dengan laut.
Waktu terbaik berada di sini adalah menjelang sore. Matahari yang turun ke ufuk barat perlahan mengubah warna langit. Jingga dan keemasan memantul di permukaan laut, sementara angin mulai lebih teduh.
Pada saat seperti itu, aktivitas sederhana, duduk dan menikmati kopi, menjadi pengalaman tersendiri.
Di sini, minuman yang bisa menemani momen tersebut adalah Kopi Susu Journey. Perpaduan kopi, susu, dan rasa manisnya dibuat agar tetap memiliki karakter kopi tanpa terasa terlalu berat. Minuman itu menjadi bagian dari pengalaman, bukan satu-satunya alasan orang datang.
Sebab yang ditawarkan Cup of Journey sebenarnya bukan hanya secangkir kopi.
Tempat ini mempertemukan perjalanan dengan jeda. Pengunjung yang sebelumnya sibuk mengejar tujuan bisa menghabiskan waktu tanpa harus melakukan apa-apa. Laut menjadi latar, kopi menjadi teman, dan senja memberi batas alami pada waktu.
Bagi wisatawan, pengalaman semacam itu menjadi bagian lain dari wajah Sabang. Pulau ini tidak hanya tentang pantai, laut, atau daftar destinasi yang harus didatangi. Ada pula ruang-ruang kecil yang membuat orang ingin memperlambat langkah.
sumber: metropolis.id
