Indonesia memang juara soal keindahan alam dan budaya, tak terkecuali Aceh. Itu diakui pelancong dari berbagai belahan dunia. Mulai dari deretan gunung berapi yang megah hingga garis pantai yang memesona. Namun, di balik kecantikan itu, status Indonesia sebagai wilayah rawan bencana adalah fakta yang tak bisa dihindari.
Namun, rawan bencana bukan berarti “terlarang” untuk dikunjungi. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa langkah mitigasi yang tepat adalah kunci agar agenda healing Anda tetap seru sekaligus aman.
Ancang-ancang jika terjadi bencana di suatu daerah yang sedang Anda kunjungi, baiknya ikuti panduan praktis yang wajib masuk dalam daftar persiapan berikut:
Riset Kecil
Jangan hanya mencari spot foto yang Instagrammable saja dulu. Sebelum berangkat, kenali potensi risiko di destinasi tujuan. Apakah daerah tersebut rawan gempa, banjir, atau aktivitas vulkanik, dan lain sebagainya.
Telusuri informasi jejak bencana masa lalu di daerah tujuan perjalanan. Lihat riwayat bencana di lokasi tersebut dan bagaimana cara mitigasi warga lokal di sana. Bukankan informasi itu berserak banyak di internet?
Selain bencana alam, cari tahu juga apakah ada endemi penyakit tertentu atau keberadaan hewan liar di daerah itu yang harus dihindari.
Unduh “Buku Saku” Mitigasi
Setiap jenis bencana punya cara penanganan yang berbeda. Cara menghadapi gempa bumi tentu berbeda dengan prosedur saat terjadi tsunami atau erupsi gunung.
Badan Penanggulangan Bencana Nasional telah merangkum panduan lengkap dalam buku saku digital yang bisa Anda unduh gratis di situs di sini. Jadikan ini bacaan wajib saat dalam perjalanan sebelum mencapai daerah tujuan.
Kuasai Jalur Evakuasi
Begitu sampai di hotel atau lokasi wisata, jangan hanya sibuk mencari password Wi-Fi atau mposting foto di sosmed. Luangkan waktu sejenak untuk memetakan rute evakuasi. Jika pengelola wisata tidak menyediakannya, lakukan pemetaan mandiri: di mana titik tertinggi atau lapangan terbuka terdekat.
Tas Siaga
Pastikan Anda memiliki satu tas kecil (daypack) yang selalu siap dibawa lari jika keadaan darurat terjadi. Isinya harus ada meliputi:
P3K sederhana & obat-obatan pribadi.
Ponsel, powerbank, dan baterai cadangan.
Senter, peluit (untuk memberi sinyal), tali, serta kain atau sarung.
Daftar Kontak Darurat Aceh
Jika rencana liburan Anda dalam waktu dekat adalah menjelajahi pesona Aceh, pastikan nomor-nomor berikut tersimpan di ponsel Anda:
Kota Banda Aceh
Poltabes: 0811 689 110
Ambulans PMI: 0812 6235 1881
Pemadam Kebakaran: 0651-44123
RSUD Zainoel Abidin: 0651-34565
RS Harapan Bunda: 0651-48114
Sabang & Pulau Weh
Polres: 0821 3803 7078
BPBD: 0811 6834 001
RSUD Kota Sabang: 0853 6283 0623 (IGD)
UPTD Puskesmas Iboih: 0812 6507 6640
Aceh Tengah (Takengon)
Polres: 110
Pusdalops BPBD: 0812 6425 7378
Basarnas: +62 822-7664-7209
PSC Takengon: 119
Selain nomor instansi, sangat disarankan untuk mencatat nomor agen perjalanan dan minimal satu warga lokal yang Anda kenal di sana sebagai kontak darurat tambahan.
Menjadi traveler yang cerdas bukan berarti takut mengeksplorasi, melainkan tahu cara melindungi diri. Stay safe and happy traveling!
