Deru air yang jatuh dari tebing setinggi sekitar 75 meter tak lagi hanya menjadi pemandangan yang dinikmati dari kejauhan. Di Air Terjun Blang Kolam, Aceh Utara, wisatawan kini bisa uji adrenalin merasakan sensasi menuruni derasnya air terjun secara langsung melalui aktivitas canyoning.
Destinasi wisata yang berada di Desa Panton Rayeuk Satu, Kecamatan Kuta Makmur, itu menghadirkan wajah baru bagi para pencinta petualangan. Bukan hanya menikmati panorama alam dan udara sejuk, pengunjung kini diajak menaklukkan tebing, menyusuri aliran sungai, hingga melakukan rappelling di tengah gemuruh air terjun.
Perjalanan ke air terjun Blang Kolam dimulai dengan menuruni ratusan anak tangga menuju dasar lembah. Semakin dekat lokasi, suara air yang bergemuruh semakin keras terdengar, berpadu dengan rindangnya pepohonan yang membuat suasana hutan terasa begitu alami.
Setelah mengenakan helm, harness, dan perlengkapan keselamatan lainnya, petualangan sesungguhnya dimulai. Pengunjung akan menuruni tebing basah dengan tali pengaman, sementara percikan air menghantam tubuh di setiap langkah. Sensasi inilah yang menjadi daya tarik utama canyoning di Blang Kolam.
Aktivitas tersebut hanya dibuka setiap akhir pekan dengan sistem reservasi. Dalam sehari, jumlah peserta dibatasi maksimal 15 orang agar seluruh proses berlangsung aman di bawah pendampingan instruktur profesional.
Dengan biaya Rp350 ribu per orang atau Rp300 ribu selama masa promosi, peserta mendapatkan perlengkapan canyoning lengkap, instruktur, belayer, makan siang, dokumentasi, P3K, coffee break, snack, hingga life jacket.
Pengalaman itu dirasakan langsung oleh wisatawan Cut Dinda Salsa. Menurutnya, canyoning di Blang Kolam menawarkan sensasi yang berbeda dari wisata alam pada umumnya.
“Seru banget, nggak nyesel. Dapat pengalaman yang benar-benar berbeda, menantang, dan foto-fotonya juga keren,” katanya.
Hal senada disampaikan Nursyifa Syawani. Meski sempat diliputi rasa takut saat pertama melihat jalur canyoning, ia mengaku puas setelah berhasil melewati seluruh lintasan.
“Awalnya takut karena baru pertama kali mencoba, tapi setelah dijalani ternyata menyenangkan. Ada rasa bangga setelah berhasil melewati semua rintangannya,” ungkapnya.
Duta Wisata Kabupaten Aceh Utara, Muqsal Mina, menilai kehadiran canyoning menjadi inovasi yang memperkaya pilihan wisata di daerah tersebut.
Menurutnya, perpaduan panorama alam dan aktivitas petualangan dapat menarik lebih banyak wisatawan, khususnya generasi muda dan pencinta aktivitas luar ruang.
Selama ini Blang Kolam dikenal sebagai salah satu air terjun paling indah di Aceh Utara. Kini, destinasi itu tidak hanya menawarkan pemandangan yang memanjakan mata, tetapi juga pengalaman yang memacu adrenalin.
Bagi mereka yang ingin membawa pulang lebih dari sekadar foto, canyoning di Blang Kolam menghadirkan cerita petualangan yang sulit dilupakan.
sumber: koalisi.co
