Pemandian Batu Lepes Bener Meriah, Wisata Alam Syahdu di Dataran Tinggi Gayo

Di tengah menjamurnya destinasi wisata yang berlomba menawarkan spot foto dan konsep kekinian, objek wisata pemandian Batu Lepes di Kecamatan Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, justru menarik perhatian karena kesederhanaannya.

Berbekal aliran air pegunungan yang jernih, suasana alami, dan pengelolaan berbasis masyarakat, kawasan ini menjadi pilihan wisatawan yang mencari ketenangan di dataran tinggi Gayo.

Berjarak sekitar 30 hingga 60 menit dari pusat ibu kota Bener Meriah, Redelong, Batu Lepes dapat diakses melalui jalan berkelok yang membelah perbukitan, kebun kopi, dan kawasan hutan. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman wisata dengan panorama khas pegunungan yang masih asri.

Setiba di lokasi, pengunjung disambut kolam pemandian alami yang memanfaatkan aliran air pegunungan. Tersedia kolam dangkal untuk anak-anak dan kolam yang lebih dalam bagi orang dewasa. Air yang terus mengalir membuat kolam tetap jernih dan segar sepanjang waktu.

Selain kolam pemandian, kawasan ini juga memiliki aliran sungai alami dengan bebatuan besar yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai. Suara gemericik air dan suasana yang jauh dari kebisingan menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.

Pondok-pondok sederhana yang tersebar di sekitar kawasan menambah kenyamanan pengunjung. Tanpa fasilitas berlebihan, Batu Lepes menawarkan pengalaman wisata yang dekat dengan alam dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Keunikan lain Batu Lepes terletak pada pengelolaannya yang melibatkan masyarakat setempat. Warga tidak hanya menjaga kebersihan dan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi wisata tersebut.

Duta Wisata Bener Meriah 2025, Rita Mistia, menilai Batu Lepes sebagai contoh wisata berbasis komunitas yang mampu berkembang tanpa kehilangan karakter lokal.

“Batu Lepes menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata tidak selalu terletak pada kemewahan, tetapi pada keaslian dan keterlibatan masyarakat. Di sini, pengunjung bisa merasakan langsung kedekatan dengan alam sekaligus dengan warga lokal,” ujarnya.

Menurut Rita, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi. Dengan adanya rasa memiliki, pengelolaan kawasan dapat berjalan lebih baik tanpa mengorbankan lingkungan maupun identitas lokal.

Untuk menikmati kawasan ini, pengunjung hanya dikenakan biaya masuk sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000. Tarif yang terjangkau tersebut digunakan untuk mendukung operasional dan perawatan kawasan wisata.

Di tengah tren wisata yang semakin berorientasi pada konten digital, Batu Lepes menawarkan pengalaman berbeda. Destinasi ini tidak dibangun untuk mengejar popularitas semata, melainkan menghadirkan ruang bagi wisatawan untuk menikmati alam secara lebih tenang dan autentik.

Dengan air pegunungan yang jernih, suasana yang sejuk, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya, Batu Lepes menjadi bukti bahwa wisata alam sederhana tetap memiliki daya tarik kuat.

Di tempat ini, pengunjung tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga menemukan jeda dari ritme kehidupan yang serba cepat.

sumber: acehportal.com

Kategori :

Explore, Bener Meriah, Gayo & Alas Highland, Nature & Panorama, Rekreasi & Gaya Hidup

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *