Masjid Putih Lhoksukon, Ikon Baru Wisata Religi di Jalur Lintas Aceh Utara

Masjid HM Hanafiah atau yang dikenal sebagai Masjid Putih Lhoksukon kian menarik perhatian masyarakat sejak diresmikan pada 5 Maret 2024. Berlokasi di Desa Ranto, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata religi dan titik singgah favorit bagi musafir yang melintasi jalur utama Aceh Utara.

Bangunan berwarna putih dengan tujuh kubah dan dua menara tersebut berdiri megah di atas lahan seluas 6.377 meter persegi. Arsitektur bernuansa Timur Tengah menjadikan masjid ini mudah dikenali sekaligus menghadirkan daya tarik visual bagi pengunjung.

Setiap hari, jemaah yang datang tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar, tetapi juga para pelintas yang memanfaatkan masjid sebagai tempat beribadah dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Letaknya yang berada di jalur strategis membuat Masjid HM Hanafiah menjadi salah satu ikon baru di Aceh Utara.

Memasuki ruang utama, pengunjung disambut suasana yang nyaman dengan karpet krem yang membentang rapi, lampu gantung besar, serta kaligrafi bernuansa emas yang menghiasi area mihrab.

Fasilitas modern seperti pendingin ruangan, area wudu yang bersih, dan tata ruang yang tertata menambah kenyamanan jemaah. Nursyifa Syawani, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di masjid tersebut.

“AC-nya dingin, jadi buat kita betah lama-lama di masjid. Kamar mandinya juga bersih dan fasilitasnya lengkap. Aku belum pernah lihat yang seperti ini di Aceh sebelumnya,” katanya.

Kehadiran Masjid HM Hanafiah juga mulai membentuk identitas baru bagi kawasan Lhoksukon. Khalilullah, mahasiswa UIN Ar-Raniry, menilai masjid tersebut telah menjadi landmark yang mudah dikenali masyarakat.

“Kalau di Banda Aceh ada Masjid Baiturrahman, maka di sini ada Masjid Hanafiah,” ungkapnya.

Selain mengedepankan kenyamanan, masjid ini juga mendapat perhatian karena fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia. Tersedia jalur kursi roda dari halaman menuju ruang utama, toilet khusus, serta kursi roda yang dapat digunakan jemaah.

Berkat fasilitas tersebut, pada Oktober 2025 Masjid HM Hanafiah masuk nominasi Masjid Percontohan dan Ramah Tingkat Provinsi Aceh kategori ramah difabel dan lansia.

Duta Wisata Aceh 2025, Muqsal Mina, menilai kehadiran Masjid HM Hanafiah menunjukkan perkembangan fasilitas publik di Aceh yang semakin modern dan inklusif.

“Masjid seperti ini menunjukkan bahwa fasilitas ibadah bisa dibangun dengan standar yang modern, nyaman, dan inklusif. Kehadiran Masjid HM Hanafiah menjadi bukti bahwa Aceh terus berkembang dalam menghadirkan sarana publik yang berkualitas, sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata religi baru di daerah,” ujarnya.

Dengan perpaduan arsitektur yang megah, fasilitas modern, serta akses yang strategis, Masjid Putih Lhoksukon kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid ini telah berkembang menjadi landmark baru Aceh Utara, ruang singgah bagi musafir, sekaligus destinasi wisata religi yang terus menarik perhatian pengunjung.

sumber: acehportal.com

Kategori :

Aceh Utara, Destinasi, Masjid di Aceh, News, Pesisir Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *