Aroma durian matang jadi penanda ketika Anda mulai masuk ke kawasan Pasar Geudong, Kabupaten Aceh Utara. Di tepian jalan lintas nasional Banda Aceh – Medan itu, Martabak Durian Samudera Pasee menguarkan aroma. Seakan memanggil pelintas yang lalu lalang.
Kulit martabak yang lembut berpadu dengan daging durian bertekstur creamy, menghasilkan rasa manis yang langsung terasa sejak suapan pertama. Paling nikmat menyantapkan jika dipadukan dengan secangkir kopi.
Martabak ini menjadi salah satu kuliner yang kerap dicari masyarakat lokal maupun wisatawan. Pengendara yang melintas di jalur Banda Aceh – Medan juga menjadikannya alasan untuk berhenti sejenak di Geudong.
Martabak durian dibuat dengan menggunakan bahan dasar roti canai yang terbuat dari tepung terigu. Kemudian diisi dengan durian yang legit lalu dipanggang di atas wajan berbentuk pipih.
Duta Wisata Kabupaten Aceh Utara, Muqsal Mina, menilai Martabak Durian Samudera Pasee telah berkembang menjadi bagian dari identitas kuliner daerah itu.
“Banyak wisatawan mengenal Aceh Utara salah satunya dari kuliner khas ini,” kata Muqsal Mina.
Menurut Muqsal, kekuatan kuliner tersebut bukan pada tren, melainkan pada rasa yang tetap dipertahankan. Penggunaan bahan dan resep yang konsisten membuat Martabak Durian Samudera Pasee memiliki karakter tersendiri di tengah semakin beragamnya pilihan kuliner.
“Wisata kuliner sekarang menjadi salah satu alasan orang datang ke suatu daerah. Martabak Durian Samudera Pasee punya daya tarik kuat karena menawarkan pengalaman rasa yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain,” ujarnya.
Muqsal berharap promosi kuliner lokal terus diperkuat terutama melalui media digital. Menurutnya, generasi muda dapat mengambil peran dengan mengenalkan makanan khas Aceh Utara melalui konten kreatif dan media sosial.
sumber: koalisi.co
