Dari Balik Malaka, Jeram Sungai Kluet Memanggil Pencari Adrenalin

Dari balik rimbunnya hutan tropis di Gampong Malaka, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Sungai Kluet mengalir jernih membelah lanskap hijau perbukitan.

Selintas, dari kejauhan sungai tampak tenang. Tetapi di sejumlah titik arusnya berubah menjadi jeram yang memanggil adrenalin pencinta petualangan.

Air yang jernih, bebatuan sungai, udara sejuk pegunungan, dan hutan yang asri berpadu membentuk panorama yang sulit ditemukan di tempat lain. Itulah sekilas gambaran Sungai Kluet.

Aktivitas sport tourism berupa arung jeram menjadi salah satu cara untuk menikmati karakter sungai itu dari dekat.

Sebab Sungai Kluet menawarkan tantangan yang tidak monoton. Karakter arusnya bervariasi, dari bagian yang relatif tenang hingga jeram yang menuntut keberanian dan keterampilan.

Duta Wisata Kabupaten Aceh Selatan, Warisatul Ambia, menilai Sungai Kluet memiliki potensi besar untuk terus bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata alam plus olahraga petualangan.

Namun, dia mewanti-wanti, pengembangan tidak boleh mengorbankan alam yang justru menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.

“Harus dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keasrian alam menjadi kekuatan utama yang harus dipertahankan agar daya tarik wisata Sungai Kluet terjaga jangka panjang,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Sungai Kluet bukan hanya surga bagi mereka para pemburu adrenalin. Jika berkunjung ke tepian sungainya, suasana santai telah siap menyambut.

Sejumlah wisatawan lokal bersantai di pinggiran Sungai Kluet, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan. [Foto: dok koalisi.co]
Akhir pekan banyak wisatawan lokal yang membawa serta keluarganya menyambangi lokasi ini. Mereka menikmati air yang jernih, duduk di atas bebatuan, dan bonus menghirup udara segar pegunungan. Tentu saja sambil makan-makan.

Pada bagian sungai yang dangkal, bebatuan di dasar terlihat jelas melalui air yang bening. Sementara di bagian yang lebih dalam, warna biru kehijauan memantulkan vegetasi yang tumbuh di sepanjang tepian.

Keasrian itu tidak hadir begitu saja. Ada andil warga setempat menjaga hutan di sekitar Gampong Malaka. “Ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga kualitas air dan keindahan alam Sungai Kluet,” ujar Ambia.

Potensi Sungai Kluet tidak berhenti pada panorama. Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, kawasan ini juga dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Gampong Malaka.

Arung jeram membuka peluang usaha bagi pemandu, penyewaan perlengkapan, kuliner, hingga penginapan sederhana. Kehadiran wisatawan juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Warisatul Ambia menilai pengembangan wisata Sungai Kluet selain harus menjaga keseimbangan alam di sekitarnya, juga harus pula bertumpu pada kearifan lokal setempat.

“Ini adalah peluang besar bagi masyarakat desa untuk meningkatkan ekonomi tanpa harus meninggalkan nilai budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Dengan promosi dan pengelolaan yang tepat, Sungai Kluet berpeluang menjadi salah satu ikon wisata petualangan di kawasan barat-selatan Aceh.

Namun, akses perjalanan menuju ke sana masih membutuhkan dukungan pemerintah. Belum lagi fasilitas wisata pendukung, keselamatan wisatawan, hingga promosi menjadi pekerjaan penting agar potensi Sungai Kluet tidak berhenti sebagai destinasi tersembunyi.

Jika dikelola dengan bijak, sungai ini bukan hanya menawarkan sensasi menaklukkan jeram, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi wisatawan untuk menemukan sisi Aceh Selatan yang masih tenang dan alami.

Sumber: koalisi.co

Kategori :

Aceh Selatan, Barsela, Destinasi, Petualangan & Olahraga, Sport Tourism

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *